×

Capai Visi Pendidikan, Mendikdasmen Abdul Mu’ti: ‘Hidden Kurikulum’ Cara Murid Ikuti Karakter Guru

Youtube Thumnail image of :

Capai Visi Pendidikan, Mendikdasmen Abdul Mu’ti: ‘Hidden Kurikulum’ Cara Murid Ikuti Karakter Guru

Capai Visi Pendidikan, Mendikdasmen Abdul Mu’ti: ‘Hidden Kurikulum’ Cara Murid Ikuti Karakter Guru

Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed, yang kini menjabat sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), mengemukakan sebuah prinsip penting dalam dunia pendidikan yang kerap terlupakan, yakni konsep Hidden Kurikulum. Konsep ini menjadi kunci dalam menanamkan karakter dan nilai-nilai luhur kepada para siswa melalui contoh nyata yang diperlihatkan oleh guru, bukan sekadar dari bahan ajar resmi dalam kurikulum formal.

Pentingnya Hidden Kurikulum dalam Mencapai Visi Pendidikan Nasional

Di tengah upaya pemerintah Indonesia yang serius memperkuat sumber daya manusia sebagai tulang punggung daya saing bangsa, transformasi besar juga dilakukan pada tatanan kementerian yang membidangi pendidikan. Pembentukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai entitas tersendiri berfokus untuk mengoptimalkan pendidikan dari tingkat dasar hingga menengah.

Abdul Mu’ti menambahkan, keberhasilan pendidikan bukan hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari membentuk karakter yang kuat dan berintegritas. Hal ini diwujudkan melalui hidden curriculum yang secara tidak langsung ditangkap oleh siswa dari perilaku dan sikap guru sehari-hari di kelas.

Definisi dan Implementasi Hidden Kurikulum

Hidden Kurikulum mengacu pada pelajaran dan nilai yang dipelajari siswa yang tidak secara eksplisit diajarkan dalam materi kurikulum, melainkan berasal dari interaksi yang terjadi di lingkungan pembelajaran. Contoh sederhana adalah bagaimana seorang guru menunjukkan ketegasan, keadilan, rasa hormat, dan kedisiplinan dalam mengelola kelas yang secara otomatis menjadi teladan bagi siswa.

Karakter guru yang menular ini menjadi metode efektif dalam menumbuhkan nilai-nilai moral dan etika pada murid, yang nantinya mendukung visi pendidikan untuk menghasilkan generasi yang tidak hanya pintar secara intelektual, tetapi juga matang dalam aspek sosial dan pribadi.

Peran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam Penguatan Karakter Melalui Hidden Kurikulum

Kementerian yang dipimpin oleh Abdul Mu’ti ini berfokus pada penguatan pendidikan karakter dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip hidden kurikulum ke dalam sistem pembelajaran yang lebih baik. Ini termasuk pelatihan guru agar lebih sadar diri akan peran mereka sebagai teladan, dan peningkatan kualitas interaksi guru-siswa yang positif.

Tindakan nyata yang dilakukan di antaranya adalah pelatihan intensif bagi guru dalam mengelola kelas serta pengembangan modul yang mendukung nilai-nilai karakter secara tidak langsung, sejalan dengan kurikulum resmi yang berlaku.

Relevansi dengan Program Pendidikan dan Politik Nasional

Penguatan pendidikan karakter dengan mengedepankan hidden curriculum juga selaras dengan arahan Presiden yang menempatkan Sumber Daya Manusia merupakan kunci daya saing bangsa. Penguatan pendidikan dasar dan menengah adalah fondasi penting untuk melanjutkan pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Selain itu, strategi ini berkaitan dengan program peningkatan kualitas pendidikan melalui program mbg dan sekolah rakyat yang telah menjadi prioritas pemerintah saat ini.

Dengan demikian, guru bukan sekadar penyampai materi, tetapi juga sebagai figur yang membentuk karakter bangsa. Paradigma ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di kancah global dengan tidak melupakan nilai-nilai budaya dan etika.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Tentu, mengimplementasikan hidden kurikulum tidak tanpa tantangan. Guru harus dilengkapi dengan pelatihan karakter dan keterampilan interpersonal yang mumpuni. Selain itu, lingkungan pendidikan juga harus mendukung terciptanya interaksi yang sehat antara guru dan siswa.

Harapannya, melalui proses ini, visi pendidikan nasional dapat tercapai, yaitu mencetak generasi Indonesia yang bukan hanya kompeten, tetapi juga berakhlak mulia dan memiliki jiwa kepemimpinan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kebijakan pendidikan dan pengembangan karakter, Anda dapat membaca artikel kami terkait kenaikan tunjangan guru demi peningkatan mutu pendidikan.

Konsep hidden curriculum ini juga memperkuat argumen bahwa pendidikan adalah proses menyeluruh yang melibatkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, sebuah konsep yang bisa Anda pelajari lebih dalam pada pendidikan secara umum.

Dengan pemahaman ini, kita semua diharapkan mengambil peran aktif dalam mendukung guru sebagai agen pembentuk karakter dan penerus visi pendidikan bangsa.

Post Comment