×

Whoosh Tekor Gegara Cuma Andalkan Tiket? Pengamat BUMN: Ada Pendapatan Lain, Belum Dikerjakan KCIC

Youtube Thumnail image of : Whoosh Tekor Gegara Cuma Andalkan Tiket? Pengamat BUMN: Ada Pendapatan Lain, Belum Dikerjakan KCIC

Whoosh Tekor Gegara Cuma Andalkan Tiket? Pengamat BUMN: Ada Pendapatan Lain, Belum Dikerjakan KCIC

Jakarta (INFOLANGSUNG) – Kerugian yang dialami proyek Kereta Cepat Whoosh menjadi sorotan pengamat, terutama karena dinilai hanya mengandalkan pendapatan dari penjualan tiket tanpa mengoptimalkan sumber pendapatan lain yang ada. Skema pembayaran utang senilai Rp116 triliun yang dilakukan oleh pemilik proyek, PT Danantara, mendapat perhatian terkait potensi beban yang harus ditanggung jika negara menolak keterlibatan fiskal dalam pembayaran utang tersebut.

Skema Pembayaran Utang Kereta Cepat Whoosh

PT Danantara, sebagai pengelola dan pemilik proyek Kereta Cepat Whoosh, telah menyiapkan dua skema utama dalam pembayaran utang besar proyek ini. Skema pertama adalah menambah penyertaan modal (equity), sehingga pemilik bisa menyuntikkan dana tambahan untuk menutup kekurangan pembiayaan. Alternatif kedua adalah menyerahkan seluruh atau sebagian infrastruktur yang sudah dibangun kepada pemerintah agar menjadi aset negara.

Namun, respons pemerintah hingga saat ini adalah menolak pembayaran utang yang bersifat business to business. Penolakan ini menimbulkan pertanyaan penting, yakni siapa yang bertanggung jawab atas pelunasan utang dalam proyek yang memiliki nilai sangat besar tersebut?

Kerugian Whoosh dan Dampaknya pada APBN

Kerja sama Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menjadi fokus pembahasan karena belum sepenuhnya mengerjakan potensi sumber pendapatan lain yang dapat mengurangi ketergantungan pada penjualan tiket. Pengamat BUMN mengingatkan bahwa pendapatan lain seperti jasa pengelolaan properti, iklan dalam stasiun, dan pengembangan kawasan sekitar jalur kereta bisa menjadi alternatif menambah arus kas perusahaan.

Ketidakmampuan untuk mengoptimalkan pendapatan ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan Whoosh mengalami defisit sehingga mengalami kerugian besar. Hal ini tentu memengaruhi stabilitas keuangan perusahaan dan berpotensi menimbulkan risiko keuangan bagi APBN apabila negara harus turun tangan secara fiskal.

Peran dan Tanggung Jawab Pemerintah

Pemerintah telah menegaskan bahwa proyek Kereta Cepat ini bersifat business to business, sehingga negara tidak berkewajiban menanggung utang secara langsung. Pernyataan ini menjadi dasar penolakan pemerintah dalam membantu pelunasan utang yang dikelola oleh PT Danantara dan KCIC.

Namun demikian, Menteri Keuangan berharap pemerintah dapat konsisten dalam melindungi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sehingga risiko fiskal dapat diminimalkan. Sementara itu, PT Danantara terus mencari solusi strategis untuk menyelesaikan permasalahan pembayaran utang sembari mengupayakan skema pendanaan yang realistis dan dapat diterima oleh berbagai pihak.

Langkah Strategis Menghadapi Tantangan Keuangan

Pengamat dan praktisi BUMN menyarankan agar PT Danantara bersama KCIC melakukan diversifikasi sumber pendapatan. Ini termasuk memaksimalkan potensi bisnis terkait pengembangan infrastruktur di sepanjang jalur kereta cepat, seperti pusat perbelanjaan, kawasan komersial, hingga layanan logistik tambahan. Strategi ini bisa menambah pendapatan dan menyeimbangkan neraca keuangan proyek.

Upaya ini tampaknya belum optimal dikerjakan oleh KCIC, sehingga kondisi defisit masih menjadi beban yang cukup berat. Melihat tantangan keuangan ini, kinerja manajemen proyek menjadi sorotan untuk mempercepat langkah inovatif dalam peningkatan profitabilitas usaha.

Referensi dan Tautan Terkait

Untuk mendalami isu terkait governansi proyek pemerintah maupun manajemen keuangan perusahaan BUMN, pembaca dapat merujuk pada artikel terkait seperti optimisme Menkeu Purbaya Sadewa tentang peran Danantara yang membahas strategi pendanaan BUMN di tengah kondisi ekonomi nasional.

Bagi yang ingin memahami kerangka business to business lebih dalam, kunjungi definisinya di Wikipedia di Business-to-business – Wikipedia.

Selain itu, pembahasan soal kerugian dan krisis keuangan BUMN juga disorot dalam beberapa berita dan analisis terkini di kategori Ekonomi & Bisnis serta Politik di Info Langsung.

Kesimpulannya, proyek Kereta Cepat Whoosh menghadapi tantangan serius dalam manajemen keuangan dan pendapatan. Keberhasilan skema pembayaran utang akan bergantung pada inovasi bisnis yang dapat dilakukan dan sinergi antara PT Danantara, KCIC, serta kebijakan konsisten pemerintah dalam melindungi APBN.

Sumber: INFOLANGSUNG, YouTube Channel resmi Nusantara TV

Post Comment